Pengertian Suspensi Upside Down Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

keistimewaan pakai shockbreaker upside down

Suspensi depan upside down saat ini kerap menjadi sebuah nilai plus dari sebuah sepeda motor. Biasanya, suspensi jenis ini digunakan pada sepeda motor dengan high-performance. Meski demikian, ada pula beberapa motor entry-level yang telah dibekali dengan suspensi upside down.

Secara kasat mata, suspensi upside down akan terlihat seperti suspensi teleskopik atau biasa yang posisinya dibalik saja. Jadi, inner tube atau pipa kecilnya berada di bawah, sedangkan outer tube yang diameternya lebih besar nantinya berada di posisi atas. Karena teknologi peredam kejut pada motor kini tidak hanya sekadar menggunakan suspensi teleskopik konvensional yang digunakan pada roda depan.

Read more! Perbedaan KLX dan D-Tracker

Berikut merupakan beberapa hal mengenai suspensi upside down yang bisa menjadi referensi bagi Anda.

1. Pengertian 

Upside Down merupakan sebuah shock yang memiliki posisi seperti terbalik dibanding dengan shock umumnya. Sedangkan shock jenis ini sendiri sering dilihat pada motor-motor yang memiliki spesifikasi mesin dengan kapasitas tinggi atau motor gede.

Bahan dari shock breaker jenis Upside Down ini telah menggunakan bahan dengan kualitas tinggi. Bahan dasar yang digunakan yaitu terbuat dari alumunium dan magnesium. Suspensi jenis ini memiliki konstruksi tabung yang terikat segitiga sementara pada pipa telekopik yang memiliki diameter lebih kecil dari tabung, terikat pada adaptor as roda pada bagian depan.

Maka nantinya akan terlihat seperti yang bergerak pada bagian pipanya bukan tabungnya seperti yang bisa ditemui di motor sport, bebek atau skutik. Beberapa orang juga menyebutnya dengan shock yang posisinya terbalik. Jika penasaran maka Anda bisa bandingkan kendaraan yang menggunakan suspensi upside down dengan yang menggunakan suspensi biasa.

2. Penggunaan 

Pada motor yang memiliki performa di atas rata-rata termasuk motor balap, umumnya telah didukung dengan shockbreaker teleskopik dalam jenis suspensi upside down. Pada jenis upside down, nantinya posisi inner tube atau pipa kecilnya akan berada di bagian bawah sedangkan outer tube atau pipa besarnya akan berada di bagian atas.

Hingga saat ini, masih banyak orang awam yang memiliki pemikiran bahwa shockbreaker upside down hanya sekadar membalik pemasangan shockbreaker teleskopik biasa sehingga tampak terbalik. Padahal pada kenyataannya, bentuk selongsong telah dirancang sedemikan rupa dari pabrik dengan dudukan as berikut kaliper yang telah menyatu di bagian inner tube. Jadi, tidak sama dengan suspensi biasa pada umumnya.

3. Kelebihan 

Suspensi upside down memiliki kemampuan redam dan tingkat kekakuan yang lebih baik dari pada suspensi biasa yang digunakan di sepeda motor. Sehingga nantinya juga akan menghasilkan redaman yang lebih stabil. Karakter redaman yang lebih kenyal juga membuat roda kendaraan tidak liar ketika melakukan cornering (belok rebah) atau sedang berakselerasi.

Karena posisi tabung atas yang memiliki ukuran lebih besar maka sanggup meredam lebih banyak getaran ketimbang pada model teleskopik yang konvensional. Hal ini merupakan kebalikan dari shockbreaker teleskopik konvensional yang memiliki kelemahan dalam  menghasilkan frekuensi getaran lebih terasa.

Tidak heran jika peredam kejut jenis ini di klaim lebih stabil ketimbang teleskopik ketika sepeda motor dalam posisi melaju pada kecepatan tinggi. Meski demikian, ada juga motor adventure yang telah menggunakan suspensi upside down, salah satunya adalah BMW G310GS.

Kelebihan lainnya yang bisa didapatkan yaitu, suspensi upside down menawarkan handling yang lebih baik. Karena diameter outer tube yang lebih besar ketimbang inner tubenya maka, konstruksi bagian depan sepeda motor pun semakin kuat. Hal tersebut bisa Anda rasakan jika Anda memasang USD pada kendaraan yang Anda miliki.

4. Kekurangan 

Sayangnya, untuk meningkatkan stabilitas yang dihasilkan, maka pantulan suspensi upside down menjadi lebih keras jika dibandingkan dengan suspensi konvensional. Selain itu, untuk mendapatkan USD pada kendaraan Anda maka harga yang harus dibayarkan juga lebih mahal ketimbang suspensi teleskopik.

Seal oli pada suspensi juga lebih cepat rusak karena adanya pengaruh dari gravitasi. Terlebih  shockbreaker upside down ini bantingan nya juga terasa lebih keras dibanding dengan teleskopik ketika melalui pada jalan yang keriting.

Shockbreaker upside down di pasaran masih tergolong mahal seperti shockbreaker Yamaha Sabre, harga di pasaran bisa mencapai Rp 15 juta. Sehingga Anda harus menyiapkan cukup uang jika memang sangat ingin memiliki kendaraan dengan USD.

Penggunaan shockbreaker upside down juga tidak cocok di gunakan pada semua jenis motor. Karena jenis sepeda motor yang menggunakan upside down harus memiliki bobot yang cukup ringan. Oleh karena itu, tekanan yang sangat berat pada roda tidak sanggup ditopang oleh inner tube yang diameternya lebih kecil dari outer tube sehingga lebih rentan patah atau bocor pada seal oli.

Suspension Upside down memang banyak disukai oleh kebanyakan orang saat ini. Jenis suspensi ini memiliki redaman yang lebih keras dibandingkan dengan suspensi jenis teleskopik atau suspensi biasanya. Sehingga shock jenis ini sangat cocok digunakan untuk motor dengan kecepatan tinggi, karena motor-motor yang menggunakan suspensi ini umumnya memiliki kapasitas yang besar seperti pada motoGP dan Superbike.

Meskipun penggunaan shock jenis ini kurang cocok digunakan untuk kendaraan harian dan juga reboundnya yang lumayan cukup lama serta keras karena bisa membuat punggung lebih cepat pegal. namun dengan menggunakan suspensi ini akan terasa puas dengan desain tampilan yang keren.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel