6 Perbedaan KLX dan D-Tracker, Bagus Mana?

Kawasaki memiliki dua line-up motor dengan mengusung gaya penjelajah yang memiliki generasi hampir sama yakni D-Tracker dan KLX 150. Motor jenis ini didatangkan langsung oleh PT KMI dari Thailand. Secara bentuk fisik, perbedaan KLX dan D-Tracker tidaklah terlalu nampak karena kedua motor ini memang serupa tapi tidak sama.

Namun meskipun berbeda persamaan kedua motor ini sebenarnya memiliki sebuah kesamaan. Hal itu seperti bentuk fisik fairing yang mirip, frame, swing-arm semuanya memang sama dari kedua motor tersebut. Bedanya, desain dan peruntukannya karena pada KLX dikenal sebagai motor trail, sedangkan D-Tracker mengambil titel supermoto. Sehingga Anda bisa sesuaikan motor mana yang akan Anda pilih tergantung dengan selera dan kebutuhan.

Perbedaan KLX 150 dan D-Tracker

bagus mana klx atau dtracker

Berikut beberapa perbedaan yang membedakan dua motor nyaris kembar keluaran Kawasaki ini.

1. Genre

Secara umum, motor KLX dan D-Tracker merupakan motor yang dibuat sebagai sebuah motor penjelajah. Untuk Anda yang suka berseliweran diluar dan sedikit berbeda dengan motor Naked atau fairing yang diibaratkan sebagai anak rumahan. Namun perbedaan KLX dan D-Tracker yang bisa di lihat yaitu, jika KLX sejatinya adalah sebuah Motor Trail atau motor dual-purpose.

Hal tersebut menujukkan bahwa motor ini bisa hidup di dua alam yaitu pada on-road maupun off road. Tentunya hal ini akan sangat cocok bagi Anda yang ingin memiliki sepeda untuk off road namun masih cocok digunakan di jalanan kota. Karena itulah ban yang dimiliki pada motor ini memiliki gerigi.

Sedangkan untuk D-Tracker merupakan sebuah Supermoto tulen yang digunakan untuk on-road atau diatas aspal saja. Sehingga motor ini hanya cocok untuk digunakan pada jalanan di perkotaan saja.

2. Kaki-kaki

Karena perbedaan KLX dan D-Tracker terletak pada genrenya, maka jelas kaki-kaki atau ban juga mengalami perbedaan. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang nantinya akan dilewati.

Diameter yang ada pada ban sang Supermoto D-Tracker ini memiliki ukuran yang lebih kecil. Namun dengan tapak yang jauh lebih lebar, tipe banya juga merupakan ban on-road untuk menggesek aspal agar lebih kuat. D-Tracker terbaru sudah menggunakan roda dengan ukuran 17 inci dengan ban 100/80 di depan sedangkan yang belakang 120/70.

Sedangkan sebagai motor Trail si KLX tentunya punya diameter ban yang jauh lebih besar bahkan sampai menggunakan ring-21 depan untuk versi yang Special Edition (SE). Tipe bannya pun juga bergerigi seperti motor off-road. Hal itu dilakukan untuk mencengkeram tanah agar lebih kuat.

Sementara untuk KLX yang versi standar menggunakan ukuran roda 19 inci pada bagian depan dan 16 inci pada bagian belakang. Tentunya ukuran ban tersebut sudah di desain dengan sangat pas tergantung dengan genre kedua motor tersebut yang membuat kedua motor tersebut akan terasa nyaman saat digunakan di medan yang sesuai.

3. Diameter Disc Brake

D-Tracker dan KLX sama-sama mempunyai dual-diskbrake dengan memiliki dual piston di bagian depan. Sedangkan terdapat single piston kaliper pada bagian belakangnya (petal disk). Hanya saja sebagai motor Supermoto maka disc brake milik D-Tracker ukuran diameternya lebih besar dibanding milik KLX.

Hal itulah yang menjadi perbedaan KLX dan D-Tracker, yakni 300mm dengan kalipernya menggunakan semi-floating. Sementara pada bagian belakangnya juga lebih besar yaitu 220mm. sementara untuk disc brake pada KLX 150 sebagai Trail butuh yang mini saja yaitu 240mm depan dan 190mm belakang.

4. Rasio Gear

Meski menggunakan mesin yang sama namun untuk menyesuaikan dengan ukuran ban yang dimilikinya serta peruntukan, maka perbedaan KLX dan D-Tracker ada pada rasio gear. Karena nantinya rasio gear yang dimiliki juga akan menyesuaikan dengan genrenya masing-masing.

Untuk Primary Reduction Ratio keduanya sama yaitu 2.880 (72/25) hanya saja untuk Final Reduction Ratio ukurannya sedikit berbeda. Gear belakangnya memiliki ukuran yakni 3.214 (45/14) untuk D-Traker.

Sementara untuk KLX 150 memiliki ukuran yaitu 3.286 (46/14). Sehingga bisa disimpulkan saat di geber, maka KLX akan terasa lebih mantap untuk segi akselerasinya. Apalagi dengan adanya ban yang ukuran diameternya lebih besar karena termasuk motor yang bisa digunakan untuk off-road.

5. Bentuk Spion

Meski punya design fisik serupa namun Anda akan menemukan perbedaan KLX dan D-Tracker pada bagian spion nya. Desain yang disematkan pada Spion KLX itu cenderung membulat sedangkan milik D-Traker cenderung membentuk sudut-sudut.

6. Selisih Harga

Kawasaki D-Tracker dan KLX 150 punya range sekitar Rp 30 jutaan namun keduanya sebenarnya memiliki harga beda-beda tipis. Berikut merupakan harganya, D-Tracker SE Rp 32,9 juta, KLX Standar Rp 28,8 juta, KLX 150BF Rp 32,4 juta, KLX 150BF SE Rp 34,1 juta, KLX 150BF SE EXTREME Rp 34,5 juta.

Dibalik semua perbedaan yang ada sebenarnya D-Tracker dan KLX merupakan saudara kembar. Sehingga jika Anda sudah terlanjur membeli KLX namun ingin tampil gaya supermoto, maka Anda cukup ganti velg dan bannya saja, begitu juga sebaliknya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel